Sabtu, 09 Desember 2017

Prenatal.

10 Desember 2017
00:30am : makasih lohh💞 birthday gurl

pesan itu kuterima setelah mengirimkan surel berisi terjemahan jurnal yang memang sudah menjadi kebiasaannya untuk meminta bantuanku dalam tugas sejenis itu. kali ini tentang supplier park di Eropa.
pesannya tadi membuatku heran, siapa sih yang berulang tahun? lalu memeriksa tanggal dan aku baru menyadari, besok adalah ulang tahunku.

bagaimana mungkin aku tidak merasakan apa pun padahal biasanya aku sudah menghitung mundur hari ulangtahunku bahkan dari 30hari sebelumnya. kemudian membuat wishlist request kado yang kuinginkan, supaya teman-temanku tau mau memberiku hadiah apa di hari ulangtahunku, meskipun sebenarnya tukar kado sih karena ketika mereka ulangtahun aku gantian dapat request kado, tapi selalu saja menyenangkan bukan? menerima kado ulang tahun.

aku selalu suka ulangtahun,

pagi harinya aku dibangunkan dengan lagu 'selamat ulang tahun' oleh keluargaku yang telah menyiapkan kue atau tumpeng dan kado kado yang sudah ditata rapih di ruang tamu. adik-adikku juga selalu menghiasnya dengan balon balon dan kertas krep disana sini. kemudian kami akan berdoa bersama dan melakukan sejumlah ritual lain sebelum masing-masing dari kami berangkat sekolah atau kerja. 

di bangku sekolah dasar, pada hari ulang tahunku sahabat-sahabatku akan memberiku hadiah yang sebenarnya milik mereka, karena kami tidak punya uang untuk membeli hadiah, sesederhana itu namun selalu istimewa.

ketika SMP, di hari ulangtahunku aku akan dibangunkan tengah malam untuk merayakan dengan "kue" yang terbuat dari indomie yang direndam air panas (karena tidak ada kompor) atau roti seribu rupiah yang diselimuti milo dan go potato. setelah seharian dikerjai di kelas oleh ustad/ustadzah (yang bisa diajak kompromi) kemudian pulang dengan mendapati lemari yang isinya sudah berantakan ditaburi bedak bayi dan beberapa barangnya hilang (kemudian dibungkus untuk diberikan sebagai kado kepadaku😂), tak terhitung berapa kali sehari aku harus membereskan lemari karena setiap temanku datang kemudian usil dan lemariku kembali berantakan. kasurku juga disembunyikan entah dimana, yang kemudian kudapati dijemur diluar gedung asrama lain dengan coret coretan ucapan ulang tahun dari teman-temanku pada busanya. aku juga akan mendapati kado-kado kecil atau hanya sekedar tulisan ucapan dari mereka diletakkan begitu saja di lemariku kemudian membuatku sangat bahagia.

di masa SMA, lebih menyenangkan lagi karena selalu ada kejutan dari berbagai lingkar pertemanan. aku selalu merasa bersyukur memiliki teman-teman yang menyayangiku, meski tak jarang kejutan mereka gagal aku tetap merasa beruntung dan berterima kasih atas usaha mereka. kami memang biasa saling memberikan kejutan satu sama lain, terutama aku sih yang paling semangat untuk membuat kejutan. aku sudah khatam berbagai ide dan metode surprise ulang tahun.

tahun lalu ketika berulang tahun di tanah perantauan sedikit kejutan dari teman-teman kuliah ku yang membelikanku ice cream walls selection oreo juga mengisi kekosongan dan menghilangkan kesedihan karna jarak ku dengan teman-temanku. padahal aku tidak berharap banyak karena pertemanan kami baru, diberi ucapan saja sudah cukup membuatku senang. dan ternyata teman-temanku di pulau seberang mengirimkan sejumlah hadiah yang tentunya membuatku sangaaat senang. sejujurnya aku juga merasa harusnya memberikan hadiah balasan untuk mereka tapi apa daya keterbatasan anak rantau.

walaupun aku tau seharusnya hari ulangtahun adalah ajang introspeksi diri mengingat waktuku di dunia yang semakin berkurang. tapi tidak salah bukan merasa istimewa dan bahagia karena pada hari itu semua perhatian, kasih sayang dan anugrah seakan tanpa henti tercurah hanya untukku.

tapi tahun ini, tidak ada lagi perasaan itu. tidak ada lagi aku yang menunggu-nunggu hari itu tiba, aku bahkan tidak ingat karena pernah mengingatnya membuatku cemas memikirkan apa yang akan terjadi. bukan karena aku mengharapkan hadiah dan kejutan pada hari ulang tahunku. aku hanya takut mereka lupa. karena saat itu terjadi aku tau aku tidak lagi penting.
aku tau kesibukan telah memberikan jarak di antara kami, mengatur jadwal pertemuan atau hanya sekedar berbincang di grup yang pernah ramai pun kini semakin sulit. aku tidak menyalahkan mereka karena aku tentu ingin bertemu mereka kembali dengan membawa kesuksesan masing-masing. bahkan aku tak lagi mengharapkan sambutan pagi hari dari keluargaku yang selama hampir 18 tahun ini aku membuka mata di hari ulang tahunku dengan itu.

dan sekarang aku tahu yang ku inginkan sebagai hadiah ulang tahun bukan lagi sepasang sepatu, tas, frame kacamata ataupun sweater. aku hanya ingin di ulang tahunku kali ini aku dapat kembali merasakan kehangatan dan perasaan bahagia penuh syukur yang sama dengan berada di antara orang-orang yang kusayangi walau hanya satu hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar