Sabtu, 21 Oktober 2017

Candu

kau tau kapan waktu yang selalu kunantikan?
selepas salamku.

entah mengapa, dan entah sejak kapan, kian hari semakin menjadi candu. selepas salam ku tadahkan kedua tanganku. meminta kepadaNya. 

waktu yang tepat untuk bercengkrama sekedar melepas penatku akan pelik dunia, menceritakan rahasiaku, menyampaikan impianku, mencari jawaban atas kegelisahanku, mengakui dosaku dan memohon ampun untuk itu. 

kusampaikan rangkaian kata demi kata, tentang syukurku atas nikmatNya, tentang orang-orang yang kusayang, tentang aku, harapanku dan tentang kamu.

seiring waktu berjalan, semakin banyak harapanku, semakin lama aku larut dan terbuai dalam doaku. sungguh tak sebanding dengan semakin banyak pula aku mendosa. 

terkadang aku merasa tak pantas begitu banyak meminta padaNya. namun aku percaya, Allah maha mendengar doa-doaku. dan aku yakin, ada skenario indah yang telah Ia siapkan untukku.

dan setiap kali aku merasa malas berdoa, aku teringat kala aku berdoa untuk apa yang hariini kumiliki. 

apa yang ada dalam doaku, biarlah menjadi rahasia kecil antara aku dan Tuhanku.

dan kali ini, aku berdoa agar tetap diizinkan menjadi pecandu.

Senin, 16 Oktober 2017

Ballade de la vie

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan, apa yang terjadi hari ini mungkin tak lagi sama esok hari. keakraban yang kini datar, rasa yang kini hambar, teman yang tak lagi berkabar. Awalnya mungkin terasa janggal, namun kelak kau kan paham, adalah suatu fenomena wajar dalam dinamika kehidupan.
yang datang dan pergi silih berganti, bukan berarti tiada arti. aku percaya segala sesuatu terjadi untuk sebuah alasan. dan untuk apa kita dipertemukan? biar Tuhan yang menjawab apa maksud rencanaNya. 
Tak ada yang perlu merasa bersalah, apalagi menyalahkan. Sang waktu terus bergulir. hidup perlu terus berjalan bukan?. 
Akan jauh lebih indah jika kita bersyukur karena telah diizinkan untuk menyimpan kenangan itu.

teruntuk akrab yang kini datar, terima kasih pernah menghangatkan hati yang sepi. banyak cerita saat kita bersama, mungkin tak bisa lagi diulang. manis untuk dikenang. jangan dilupakan.

teruntuk rasa yang kini hambar, terima kasih pernah menjadi alasan untuk bertahan, mengajarkanku patah hati, dan bersiap menghadapi kenyataan bahwa mencinta tak sebaik apa yang kupikirkan. 

teruntuk teman yang tak lagi berkabar, terima kasih telah datang. dimanapun kalian berada, semoga kelak takdir mengizinkan kita bertemu lagi dalam keadaan yang baik, mekarkan sayapmu taklukan mimpi. suatu saat nanti kau berhasil, bisa kunyatakan dengan bangga kepada dunia, kau temanku, dan selamanya akan begitu.

Dan untuk yang tinggal, izinkan aku menikmati saat ini, mengingat begitu banyak, merasa begitu dalam, untuk kusimpan, kalau kalau nanti rindu. sebelum akhirnya waktu menyisakan ku sendiri lagi.

Jumat, 13 Oktober 2017

Tips! (bukan untuk ditiru)

Cara paling kejam, dan efektif, untuk membuat seseorang tetap tinggal, dan berfikir jutaan kali untuk pergi:


memberinya perasaan berutang budi.

Jumat, 06 Oktober 2017

Kebetulan, keberuntungan dan takdir.

Malam ini purnama merekah hangat, berbalut cahaya.
bak primadona di langit sana, bahkan bintang pun meredup tersaingi keelokannya.
membuat setiap orang terkagum akan parasnya.

Malam ini pula terukir sebuah kisah, tentang keyakinan dan perpisahan.
bukan berujung sedih. bisa jadi baru dimulai.

kebetulan, keberuntungan atau takdir?