kau tau kapan waktu yang selalu kunantikan?
selepas salamku.
entah mengapa, dan entah sejak kapan, kian hari semakin menjadi candu. selepas salam ku tadahkan kedua tanganku. meminta kepadaNya.
waktu yang tepat untuk bercengkrama sekedar melepas penatku akan pelik dunia, menceritakan rahasiaku, menyampaikan impianku, mencari jawaban atas kegelisahanku, mengakui dosaku dan memohon ampun untuk itu.
kusampaikan rangkaian kata demi kata, tentang syukurku atas nikmatNya, tentang orang-orang yang kusayang, tentang aku, harapanku dan tentang kamu.
seiring waktu berjalan, semakin banyak harapanku, semakin lama aku larut dan terbuai dalam doaku. sungguh tak sebanding dengan semakin banyak pula aku mendosa.
terkadang aku merasa tak pantas begitu banyak meminta padaNya. namun aku percaya, Allah maha mendengar doa-doaku. dan aku yakin, ada skenario indah yang telah Ia siapkan untukku.
dan setiap kali aku merasa malas berdoa, aku teringat kala aku berdoa untuk apa yang hariini kumiliki.
apa yang ada dalam doaku, biarlah menjadi rahasia kecil antara aku dan Tuhanku.
dan kali ini, aku berdoa agar tetap diizinkan menjadi pecandu.