tenang saja, bukan kamu. tapi aku yang harus tahu diri.
apalah aku, yang hanya berani mengaku bahwa aku mengagumi mu.
kau tahu setiap kali aku mendosa yang kuingat kamu. merasa bersalah karena aku mengecewakanmu. padahal apa pedulimu?. lucu memang, tapi mungkin itu cara batin mengingatkan diri untuk tidak merasa pantas.
memang pengecut.
berharap saja aku sungguh tidak berani.
padahal aku yang berkata padamu bahwa mimpi dan harapan itu perlu digantungkan.
aku takut semakin aku berharap, semakin aku kehilangan.
terimakasih telah hadir sebagai protagonis yang mengajarkanku dunia dari sudut pandangmu.
dan apa pun yang terjadi
sungguh, aku bersyukur semesta telah mengizinkanku mengenalmu.
apalah aku, yang hanya berani mengaku bahwa aku mengagumi mu.
kau tahu setiap kali aku mendosa yang kuingat kamu. merasa bersalah karena aku mengecewakanmu. padahal apa pedulimu?. lucu memang, tapi mungkin itu cara batin mengingatkan diri untuk tidak merasa pantas.
memang pengecut.
berharap saja aku sungguh tidak berani.
padahal aku yang berkata padamu bahwa mimpi dan harapan itu perlu digantungkan.
aku takut semakin aku berharap, semakin aku kehilangan.
terimakasih telah hadir sebagai protagonis yang mengajarkanku dunia dari sudut pandangmu.
dan apa pun yang terjadi
sungguh, aku bersyukur semesta telah mengizinkanku mengenalmu.
februari2018